Empat elemen operasi perforasi

berita

Empat elemen operasi perforasi

1. Kepadatan perforasi

Jumlah lubang per meter panjangnya. Dalam keadaan normal, untuk mendapatkan kapasitas produksi maksimum diperlukan kepadatan lubang yang lebih tinggi, tetapi dalam pemilihan kepadatan lubang, peningkatan kepadatan tidak dapat dilakukan tanpa batas, dan harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

Kepadatan lubang yang terlalu besar dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan pada selubung bangunan.

Kepadatan lubangnya terlalu besar, biayanya tinggi;

Kepadatan lubang yang berlebihan akan mempersulit operasi di masa mendatang.

Ketika kerapatan pori sangat kecil, peningkatan produktivitas terlihat jelas. Namun, ketika kerapatan lubang meningkat hingga nilai tertentu, pengaruh kerapatan lubang terhadap rasio produktivitas tidak begitu terlihat. Pengalaman menunjukkan bahwa ketika kerapatan lubang adalah 26~39 lubang/m, kapasitas produksi akan dimaksimalkan dengan biaya terendah.

foto 1

2. Diameter lubang

Parameter penting yang menunjukkan ukuran perforasi adalah ukuran lubang perforasi. Ukuran perforasi biasanya berkisar antara 5 hingga 31 mm (0,2 hingga 1,23 inci), tergantung pada jenis perforasi dan jumlah muatan. Dengan jumlah amunisi yang sama, lubang perforasi untuk perforasi penetrasi dalam lebih kecil, dan untuk perforasi dengan lubang perforasi besar lebih besar. Semakin besar jumlah amunisi, semakin besar lubang perforasi.

Faktor lain yang memengaruhi bukaan adalah jarak antara alat perforasi dan selubung sumur. Efek perforasi terbaik diperoleh ketika alat perforasi berada di tengah lubang sumur. Dalam operasi perforasi, perlu dilakukan tindakan yang tepat untuk menjaga agar alat perforasi tetap berada di tengah lubang sumur.

foto 2

3. Fase

Sudut antara dua lubang perforasi yang berdekatan disebut sudut fase. Fase juga memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas. Saat ini, terdapat enam fase perforasi yang umum digunakan, yaitu 0°, 45°, 60°, 90°, 120°, dan 180°. Pada formasi anisotropik, produktivitas meningkat pesat ketika sudut fase berubah dari 180° menjadi 0° atau 90°, tetapi produktivitas tidak banyak berubah ketika sudut fase berubah antara 0° dan 90°.

Sejumlah besar percobaan dan aplikasi lapangan menunjukkan bahwa sumur minyak memiliki produktivitas terendah ketika fase lubang adalah 0°. Ketika fase 120° dan 180°, kapasitas produksi berada di tengah; sedikit lebih tinggi pada fase 45°; ketika fase 60° dan 90°, kapasitas produksi adalah yang tertinggi.

4. Kedalaman penetrasi perforasi

Istilah ini merujuk pada panjang saluran perforasi. Kedalaman penetrasi perforasi ditentukan oleh jenis struktur muatan perforasi dan jumlah amunisi. Tipe penetrasi dalam dengan muatan besar menghasilkan kedalaman penetrasi yang panjang, umumnya berkisar antara 146~813 mm, dan kedalaman penetrasi meningkat seiring dengan peningkatan amunisi. Rasio produktivitas sumur minyak meningkat seiring dengan peningkatan kedalaman perforasi, tetapi tren peningkatan rasio produktivitas bersifat bertahap, yaitu, ketika kedalaman lubang meningkat hingga nilai tertentu, rasio produktivitas tidak akan meningkat terlalu banyak.

foto 3

Waktu posting: 12 September 2023